Search This Blog

Tuesday, March 6, 2012

To Mother

Begitu suram masa lalu jika ku lihat tanpa rasa syukur. Aku kira aku lah paling merasakan kepedihan di dunia yang fana ini. Terbang dalam angan-angan yang tak terbatas akan kebahagiaan hanya menambah kepedihan jika mengingat kenyataannya yang tak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Tapi, setelah dewasa dan mengenal Tuhan semua itu berbeda. Dan hal yang baru-baru ini ku sadari adalah kehadiran seorang ibu yang tlah lama ku miliki tapi ku tak pernah merasakan kehadiran sepenuhnya dalam hidupku karena jarak yang memisahkan kami. Karena dalam keegoisanku yang kupikirkan hanyalah kenapa harus aku yang mengalaminya? Bukan orang lain? Tapi aku tak bertanya bagaimana perasaan ibu saat menghadapi hal yang sama untuk ku. Jika ibu tlah jauh dari ku karena alasan untuk kelanjutan hidupku dan kebahagiaanku dimasa depan. Kenapa aku menganggapnya itu hal yang jahat? Kenapa slama ini yang ku pikirkan adalah bagaimana aku lepas dari rasa kesedihan diri sendiri tanpa memikirkan beban yang ibu tanggung selama ini. Orang tua mana yang ingin jauh dari anak kandungnya sendiri? Setelah lama membesarkan anakmu yang kurang bersyukur ini bu, kau berhasil membuatku mendengarkan suara ayah kembali. Suara yang sama yang ku dengar saat kecil. Maafkan aku karna tak memahamimu bu. Tak memahami betapa sulitnya bagi mu melakukan semua ini. Dahulu ku tak mampu membayangkan ibu dan ayah yang berpisah. Hati ku terpukul. Saat itu usia ku masih 3 tahun. Selalu larut dalam memikirkan nasib ku. Tapi mengenal Tuhan memang mengubah segala presepsi buruk tentang takdir yang telah terjadi bu.. sekarang ku tak lagi mengeluhkan hal itu, meskipun saat aku terjatuh terlalu dalam, dalam kesedihan, tak jarang aku mengingatnya. Tapi sudahlah, tak ingin ku bahas apa yang sekiranya membuatmu sedih. Aku terkadang merasa canggung saat bertemu dengan mu bu. Karena terlalu lama waktu memisahkan kita. Tapi percayalah setiap saat aku ingin dan akan selalu mengingatmu. Saat ini aku belum tau bagaimana menjadi ibu, bagaimana sakitnya melahirkan, susahnya merawat dan mendampingi anak. Tapi aku yakin kau tak mengeluh sedikitpun akan kehadiranku kan bu? Aku tau kau tak bisa menjadi ibu yang begitu sempurna untuk anak mu ini, tapi kehadiranmu menyempurnakan hidupku bu. Aku percaya kau lah malaikat yang Allah beri untukku saat ku hidup didunia. Ibu yang sangat tegar untuk ku. Terimakasih karena telah merawatku bu. Begitu pula dengan ku bu, aku bukanlah seorang anak yang sempurna. Tapi ku ingin melengkapi hidupmu, dunia mu, izinkan aku membahagiakanmu dengan caraku. Aku akan berusaha menjadi seorang anak yang baik, agar kita bisa bertemu di surga kelak.harapanku adalah melihatmu bahagia dihari tuamu bu. Jika kau telah habiskan waktu mu untuk merawatku, Tuhan..izinkan aku melakukan hal yang sama untuk ibu ku. Kasih mu yang tak terhingga bu, aku takut tak mampu membalasnya, meski kau tak memintanya. Pada akhirnya tak ada orang yang benar-benar tulus mencintai ku selain dirimu..  meskipun ada tak sehebat dirimu bu. Terimakasih karna tlah mengajari anakmu ini bu. Aku takkan melakukan kesalahan yang sama pada anakku kelak, karna kau telah kenalkan aku akan rasanya. Kata-kata ini sama sekali tak bisa mengungkapkan rasa sayang ku pada mu bu, tetapi percayalah bu, aku takkan melupakan mu, dan takkan lupa untuk merindukanmu. I do love you so much mom....

No comments:

Post a Comment