What’s your idea? What you wanna be? Whateva... just believe in you.
Semua orang pasti memiliki sebuah cita-cita. Ingin jadi apa? Tapi bukankah secara tidak langsung ketika kita ditanya apa cita-cita kita, presepsi itu adalah sebuah profesi. Cita-cita sesuatu yang berpengaruh banget dalam hidup seseorang, bayangin aja mau dibawa kemana hidupnya tanpa punya cita-cita. Menuntut ilmu pun jadi ga tau kemana. Dan bagi anak yang masih kecil perlu banget dicari bakat apa yang ia miliki. Apa hobi dan potensinya. Agar orang tua bisa mengarahkan. Meski tak jarang orang tua memaksakan kehendak anaknya. Cita-cita yang bukan dari hati yang sebenernya akan jadi beban dan malah terjadi penyimpangan yang bisa dibawa sampai dewasa. Saya sempat heran ketika saya mengatakan apa cita-cita saya, rasanya bagi mereka itu adalah hal yang tabu. Why? What’s wrong with it? Dari kecil sampe sekarang cita-cita ku emang ga cuma 1. Mulai dari pengin jadi ilmuwan, arkeolog, seniman, dubes kenegaraan sampai yang terakhir adalah menjadi seorang guru. I know to be a teacher is not the only my idea but, I hope it will be the last for me. Terkadang banyak juga yang bertanya kenapa harus menjadi seorang guru? Ok! I wanna be a teacher because my soul say that I must do it. Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Banyak orang pintar tapi tak mampu mengajar. Ada yang bilang guru yang baik adalah yang mampu membuat siswanya mengerti dan guru yang luar biasa adalah yang mampu memberi inspirasi. Menjadi seorang guru bukan berarti kita hanya bisa melakukan sesuatu dilingkungan sekolah saja. Dahulu orang tua ku juga penginnya anaknya jadi dokter atau bidan. Gimana mau jadi pak? Nilai fisika anakmu aja jelek he....Aku akan berusaha untuk membuktikan aku bisa sukses dengan apa yang aku pilih, dengan menjadi seorang gurupun aku masih bisa menjadi dokter untuk muridku yang kurang ilmu. Bisa jadi guru bagi cucumu kelak nanti.jadi arkeolog untuk menggali potensi anak didikku, jadi ilmuwan dengan bidangku, menjadi seorang dubes dari keluarga ku untuk mengabdikan diri pada negara demi mencerdaskan anak bangsa. Sukses itu jangan kau lihat dari materi, karna kau takkan sukses dengan pikiran seperti itu. Sukseslah untuk menjadi orang yang bahagia, memberi manfaat orang disekelilingmu. Jadilah seorang pakar dengan cita-cita yang kita pilih. Wah semangat banget saya kalo ngomong gini XD. Apa pun yang kau pilih tak masalah yang terpenting bisa kau pertanggung jawabkan kepada Tuhan dan lingkungan kita. Dan saya berani katakan sangat tidak manusiawi jika ada seorang menertawakan cita-cita orang. Jangan takut, kamu pengin jadi apa? Petani, guru, pengusaha,dokter, pemadam kebakaran? Tak ada yang salah. Tak ada hak untuk kita menertawakan keinginan orang, karna setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Bayangkan jika semua orang ingin menjadi dokter, siapa yang jadi pasiennya, kita semua saling membutuhkan kawan. Itulah mengapa Tuhan ciptakan perbedaan diantara kita, agar saling melengkapi dan mengindahkannya. Saya jadi teringat liburan semester kemarin ada hal yang unforgetable banget. Diberi kesempatan buat bantuin ngajar di PAUD Qurota A’yun (sama ya kaya namaku :D, sesuatu banget kalo kata mba Syahrini yah). Meski Cuma beberapa hari tapi banyak sekali yang saya peroleh. Saya sadar sepenuhnya jika menjadi seorang guru itu bukan hal yang mudah. Apalagi guru PAUD. Seneng emang liat ade-ade yang lucu hehe, tapi ya emang susah buat ngertiin mereka. Diajar ada yang mainan, ada yang ga mau lepas dari ibunya, ada yang ngemil terus. Dari yang pendiem sampe yang bandelnya masyaallah banget he.. tapi itu semua sangat menyenangkan. Seneng saya dipanggil ibu guru, seneng banget...hahay.dikelilingi mahluk-mahluk menggemaskan pula. Belajar nyanyi, do’a-do’a pendek yang dulu udah lupa hihi..^^ dan emang bener guru paud perlu kepercayaan diri lebih, mereka ga malu buat nari, nyanyi,mendongeng juga. Semoga liburan berikutnya dapet pengalaman yang lebih seru lagi, amien. Jadi kawan, intinya jangan malu untuk mengejar cita mu yang berbeda. Jika orang lain mampu melakukannya mengapa kita tidak? Jika belum ada? Maka jadilah yang pertama yang mampu melakukannya
Semua orang pasti memiliki sebuah cita-cita. Ingin jadi apa? Tapi bukankah secara tidak langsung ketika kita ditanya apa cita-cita kita, presepsi itu adalah sebuah profesi. Cita-cita sesuatu yang berpengaruh banget dalam hidup seseorang, bayangin aja mau dibawa kemana hidupnya tanpa punya cita-cita. Menuntut ilmu pun jadi ga tau kemana. Dan bagi anak yang masih kecil perlu banget dicari bakat apa yang ia miliki. Apa hobi dan potensinya. Agar orang tua bisa mengarahkan. Meski tak jarang orang tua memaksakan kehendak anaknya. Cita-cita yang bukan dari hati yang sebenernya akan jadi beban dan malah terjadi penyimpangan yang bisa dibawa sampai dewasa. Saya sempat heran ketika saya mengatakan apa cita-cita saya, rasanya bagi mereka itu adalah hal yang tabu. Why? What’s wrong with it? Dari kecil sampe sekarang cita-cita ku emang ga cuma 1. Mulai dari pengin jadi ilmuwan, arkeolog, seniman, dubes kenegaraan sampai yang terakhir adalah menjadi seorang guru. I know to be a teacher is not the only my idea but, I hope it will be the last for me. Terkadang banyak juga yang bertanya kenapa harus menjadi seorang guru? Ok! I wanna be a teacher because my soul say that I must do it. Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Banyak orang pintar tapi tak mampu mengajar. Ada yang bilang guru yang baik adalah yang mampu membuat siswanya mengerti dan guru yang luar biasa adalah yang mampu memberi inspirasi. Menjadi seorang guru bukan berarti kita hanya bisa melakukan sesuatu dilingkungan sekolah saja. Dahulu orang tua ku juga penginnya anaknya jadi dokter atau bidan. Gimana mau jadi pak? Nilai fisika anakmu aja jelek he....Aku akan berusaha untuk membuktikan aku bisa sukses dengan apa yang aku pilih, dengan menjadi seorang gurupun aku masih bisa menjadi dokter untuk muridku yang kurang ilmu. Bisa jadi guru bagi cucumu kelak nanti.jadi arkeolog untuk menggali potensi anak didikku, jadi ilmuwan dengan bidangku, menjadi seorang dubes dari keluarga ku untuk mengabdikan diri pada negara demi mencerdaskan anak bangsa. Sukses itu jangan kau lihat dari materi, karna kau takkan sukses dengan pikiran seperti itu. Sukseslah untuk menjadi orang yang bahagia, memberi manfaat orang disekelilingmu. Jadilah seorang pakar dengan cita-cita yang kita pilih. Wah semangat banget saya kalo ngomong gini XD. Apa pun yang kau pilih tak masalah yang terpenting bisa kau pertanggung jawabkan kepada Tuhan dan lingkungan kita. Dan saya berani katakan sangat tidak manusiawi jika ada seorang menertawakan cita-cita orang. Jangan takut, kamu pengin jadi apa? Petani, guru, pengusaha,dokter, pemadam kebakaran? Tak ada yang salah. Tak ada hak untuk kita menertawakan keinginan orang, karna setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda. Bayangkan jika semua orang ingin menjadi dokter, siapa yang jadi pasiennya, kita semua saling membutuhkan kawan. Itulah mengapa Tuhan ciptakan perbedaan diantara kita, agar saling melengkapi dan mengindahkannya. Saya jadi teringat liburan semester kemarin ada hal yang unforgetable banget. Diberi kesempatan buat bantuin ngajar di PAUD Qurota A’yun (sama ya kaya namaku :D, sesuatu banget kalo kata mba Syahrini yah). Meski Cuma beberapa hari tapi banyak sekali yang saya peroleh. Saya sadar sepenuhnya jika menjadi seorang guru itu bukan hal yang mudah. Apalagi guru PAUD. Seneng emang liat ade-ade yang lucu hehe, tapi ya emang susah buat ngertiin mereka. Diajar ada yang mainan, ada yang ga mau lepas dari ibunya, ada yang ngemil terus. Dari yang pendiem sampe yang bandelnya masyaallah banget he.. tapi itu semua sangat menyenangkan. Seneng saya dipanggil ibu guru, seneng banget...hahay.dikelilingi mahluk-mahluk menggemaskan pula. Belajar nyanyi, do’a-do’a pendek yang dulu udah lupa hihi..^^ dan emang bener guru paud perlu kepercayaan diri lebih, mereka ga malu buat nari, nyanyi,mendongeng juga. Semoga liburan berikutnya dapet pengalaman yang lebih seru lagi, amien. Jadi kawan, intinya jangan malu untuk mengejar cita mu yang berbeda. Jika orang lain mampu melakukannya mengapa kita tidak? Jika belum ada? Maka jadilah yang pertama yang mampu melakukannya
No comments:
Post a Comment