Saat masih kecil ku tak tau jika dunia akan penuh lika liku
seperti ini. Mungkin dulu karna masih selalu berada disamping orang tua, dimana
aku bisa menemukan kenyamanan, perlindungan. Tapi sekarang beda ceritanya, aku
telah tumbuh dewasa, bukan seorang anak kecil lagi yang mesti disuapi dan
dibuatkan susu. Umur 3 tahun sudah tinggal terpisah dengan orang tua, saat itu
terbentuklah karakterku yang pendiam, aku tak pandai bergaul, entah kenapa saat
itu aku merasa begitu tak berdaya tanpa orang tua. Hari-hariku ku lewati dengan
rasa rindu saat ibu menyisir rambutku, saat beliau menyuapi ku, menyiapkan baju
yang akan kupakai meski sering aku tak suka dengan baju pilihannya, tapi
sekarang aku rindu. Bapa yang slalu menemaniku bermain, ibu bilang bapa sampai
sakit kepala karna mesti menjagaiku saat naik komedi putar. Tapi ya, kenangan
yang manis itu hampir tak bisa ku ingat karna saat itu aku masih terlalu kecil.
Namun, saat ibu pulang, beliau slalu menceritakan masa laluku, dari beliau menikah
dengan bapa hingga aku tumbuh dewasa. Aku hanya bisa membayangkan indahnya masa
itu lewat cerita itu. Namun perceraian orang tua memang tak bisa dicegah.
Setiap kali mendengar ibu bercerita aku senang tapi juga sedih. Aku sedih bukan
untuk diriku tapi untuk orang tuaku, terutama ibu. Membuat ibu bercerita masa
lalu rasanya seperti mengingat kepedihan dimasa lalu untuknya. Tapi slama ini
aku tak pernah bisa menghiburnya dan menghapus air matanya saat beliau
menangis. Aku merasa tak berdaya, kehilangan akal. Kini saat semakin ku tumbuh
dewasa, seakan Allah memberi kemudahan untuk memahami semua yang orang tuaku
alami. Yang dulu aku tak tau apa-apa dan
hanya bisa menyalahkan mereka, kenapa mereka melakukan ini pada ku yang masih
kecil. Tapi kini aku mengerti, bukan hanya aku yang menderita tapi ibu dan bapa
juga. Namun, waktu tlah meninggalkan kami sangat jauh. Ada satu hal lagi yang
aku sadari bahwa terkadang jika saat itu hal yang ingin kau ketahui tak bisa
kau ketahui dan pahami maka tunggulah pada saatnya. Terkadang bila kau tlah
mengetahuinya kau akan tau mengapa saat itu kau tak perlu tau akan hal itu.
Karna mungkin saat itu kau belum tentu bisa menerima kenyataan yang mungkin
akan menyakiti hati mu, mungkin kau takkan bisa menerimanya. Maka semuanya ada
waktunya, waktu untuk mengetahui semua itu. Tapi kini aku tau bukan hal yang
perlu ku pikirkan bagaimana aku menghadapi permasalahan ini, karna hal ini
adalah masa lalu yang takkan bisa ku rubah, tapi aku bisa merubah masa depanku.
Cukup bagi ku melihat orang tua ku bahagia meski tak harus bersama, aku, ibu,
bapa, tak harus bersama untuk bahagia. Kita akan bahagia... aku tak peduli
harus dengan cara apa membuktikan cinta kalian pada ku, tapi aku adalah bukti
atas cinta kalian, aku tau itu. Aku bukan orang yang mampu mengungkapkan rasa
cinta dengan lisan, aku minta maaf.. tapi aku akan berusaha menjadi anak yang
baik, seperti keinginan mu bapa, saat ibu melahirkan ku kau berharap aku lahir
tepat subuh saat matahari terbit, kau berharap aku mampu membawa perubahan
untuk orang disekelilingku, meski itu bukan hal yang mudah aku akan berusaha.
Seperti ibu rela untuk hidup susah asal kebutuhanku terpenuhi, aku janji akan
menjadi orang yang bahagia, karna aku tau bahagia ku adalah bahagia mu. Aku
berjanji disetiap langkahku akan ku lewati tanpa penyesalan. Hanya itu yang
mampu ku berikan. Satu hal yang akan ku pengang erat, aku akan mencoba slalu
berjalan di jalanNya untuk meraih cita-cita meski aku harus melawan arus, akan
kujalani. Terimakasih atas dukungan kalian.. yang mau menerima keputusan ku.
Mau menerima keinginanku meski terkadang terkesan aku terlalu memaksakan diriku
sendiri. Tapi sebelumnya..maafkan aku karna tak pernah bercerita tentang
kehidupanku, masalah yang ku hadapi, karna aku tau kalian tlah menyangga beban
yang berat untuk ku. Karna aku tak mau melihat ibu menangis sedih lagi untuk
ku. Andai hati ku bisa berbicara mungkin rasanya sangat lega karna kau akan tau
begitu besarnya rasa sayangku pada kalian. Dunia ini memberiku sedikit luka
tapi luka itu tlah mengubahku menjadi lebih baik. Aku berharap luka ini bisa
terobati didunia yang selanjutnya, dunia yang kekal, dan aku harap kita bisa
berkumpul sebagai keluarga yang utuh disana, amien.... semua yang kualami
takkan mengurangi rasa syukurku pada Mu Ya Allah.. aku yakin seyakin yakinnya
atas segala takdir yang kau berikan pada ku.
Search This Blog
Tuesday, December 18, 2012
Wednesday, December 12, 2012
special quotes
“Kebahagiaan tidak datang tanpa dicari, bahagia adalah
kemakmuran, dan bukan kekayaan.”
“ Kau takkan mampu membuat orang lain bahagia jika kau
bahkan tak mampu bahagia untuk dirimu sendiri”
Bahagia Adalah bersyukur dan ikhlas
Be happy...
J
Ayun Gl
Tuesday, October 16, 2012
Heart
Kalau dengar kata hati, rasanya ada perasaan
tersendiri dengan kata ini, sensitif. Hati kita dapat bicara, tapi kita tak
yakin benarkah suara itu datang dari hati kita? Atau dari kepala kita? Kalau memikirkan
hal ini saya jadi pusing pokoknya. Kita juga tau kalau kita bisa merasakan
dengan hati, jika kulit bisa merasakan kasar dan halusnya suatu permukaan
benda. Begitu pula dengan hati, tetapi hati bisa merasakan yang tidak bisa
indra kita rasakan. Hati adalah anugrah yang luar biasa. Bagaimana tidak? Jika kita
merasakan sayang, cinta, itu hati kita yang merasakan dan tau. Tetapi belum
tentu kita bisa mengungkapkannya lewat lisan. Karna banyak kata-kata yang tak
mampu mewakili perasaan kita. Hati kita pada dasarnya sangat mengetahui mana
yang baik dan yang buruk tetapi jika telah tertutup kedengkian maka seakan-akan
hati kita sudah tak punya peran lagi. Mahluk hidup terutama manusia juga bisa
membenci, kita bisa merasakannya dalam diri kita. Tapi apakah itu murni dari
hati kita. Penyebab kita benci pastilah banyak, terutama jika hal itu tidak
sejalan dengan pemikiran kita. Jadi menurut saya benci itu datang dari
pemikiran, karna hati pada dasarnya fitrah. Tetapi seperti yang saya sering
tuliskan di tulisan-tulisan saya sebelumnya, pemikiran itu memiliki peran yang
besar pada hidup kita, dia bisa sangat membantu atau bahkan bisa menghancurkan
hidup kita. Kebencian bisa karna pikiran negatif (tapi kalau benci terhadap hal
yang buruk / batil sih ga pa2, berarti kita tau yang benar). Lalu dia akan
menyerang hati kita, dan virusnya akan menyebar keseluruh penjuru hati. Apa yang
terjadi? Tindakan kita akan terinfeksi juga olehnya. Seorang tak perlu mampu
untuk mengutarakan isi hatinya lewat lisan, karna semua orang punya hati, mereka
bisa merasakannya lewat hati masing-masing. Tapi ya, hati manusia itu
berbeda-beda, ada yang sensitif ada pula yang susah untuk memahami suatu
keadaan, jadi jangan terlalu egois untuk memaksakan kehendak orang lain untuk
tau perasaan kita. Lalu bagaimana jika mulut kita bisa mengutarakan rasa benci
kita ke orang lain? Pasti banyak orang terbunuh cukup dengan kata-kata. Ya seperti
pepatah mengatakan kalau lidah dapat lebih tajam dari pada pisau, dan mulutmu
harimau mu. Dapat kita analogikan dengan ketika kita menancapkan paku di pagar
atau bambu kemudian kita cabut lagi, apakah bisa tidak ada lubang? Bisakah kita
kembalikan kondisi bambu itu seperti semula sebelum di paku? Sama halnya dengan
hati kita. Setelah disakiti, lukanya akan slalu membekas disana. Maka penting
sekali bagi kita untuk menjaga lisan kita, hati kita terutama. Jangan biarkan
kedengkian meracuninya. Ia seperti virus. Berarti kita perlu anti virus nih...
tapi udah diupdate belum? Kalo gitu yuk kita saling mengingatkan untuk setiap
saat mengupdate antivirus kita dengan slalu mengingat dan beribadah kepada
Allah SWT, agar Allah juga senantiasa berada didalam hati ini dan menjaganya,
amien.... online ma Allah gratis kan? buat update status yang ga gratis aja bisa kenapa online ma Allah ga bisa? SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!
Friday, September 28, 2012
The spices of life
Have you ever make some food by
yourself? So what do you think? I’m sure it’ll take a long time to cook but so
fast to eat it, right? Iya tapi bukan masak air yah? Ato mie instan. For
example opor ayam nih...buatnya dari persiapan bahan-bahan sampe memasaknya dah
makan waktu banyak. Tapi kalo Cuma makan mah sebentar yah? Kecuali yang suka
makan sambil nonton tv hehe...
Well, masakan yang enak dilidah
pastinya ga cukup dengan garam doang dong? Apa Cuma pake trasi?he... apa cuma
cabe? Ga lah pastinya.. kita butuh bumbu yang lain agar rasanya pas dilidah,
eeemmmm nyami nyah? :D (tanda2 sipenulis laper :p). And...this’s like a life.
Ini seperti kehidupan, ada pahitnya, manisnya, asinnya, wah pokoknya campur
aduk deh.. apa ada yang cuma ngrasain manisnya doang? Tell me who? Kayanya ga
asik banget he...
Cobaan atau
ujian dalam hidup, kebahagiaan, kenangan, tawa, canda, sakit, sedih dsb, adalah
bumbunya orang hidup. Untuk menjadi seorang yang besar, saya percaya meraka
sudah mengalami itu semua, ya itu yang menurut saya adalah bumbunya orang
hidup. Suatu saat kita merasakan begitu semangat, tapi tak jarang tiba-tiba
kita terpuruk akan suatu hal. Dan rasanya sulit untuk bangkit kembali. Pada saat
itu juga mungkin kita tak punya alasan untuk bertahan. Tapi ingatlah, bahwa ada
setiap alasan kita masing-masing diciptakan. Apakah untuk hal yang sia-sia? Untuk
menjadi orang yang sepanjang hidupnya hanya untuk menyesal, bersedih hati? Tidak!
Setidaknya jika kita tak mampu mengubah dunia seperti kita inginkan, kita mampu
membawa diri kita menjadi yang lebih baik. Terkadang saya juga merasa ragu
untuk berbicara seperti ini, karna belum tentu saya juga mampu melakukan hal
yang saya tulis, tetapi saya teringat kata Bapa, bahwasannya “janganlah melihat
orang yang berbicara, tetapi isinya”. karena jika kita menunggu sempurna untuk menyebarkan ilmu, mau sampe kapan?. Ini yang membuat saya berani, dan mau
menerima saran dari orang lain, siapapun orangnya. Meskipun dia adalah anak
kecil. Tapi untuk hal yang benar bukan hanya orang yang pintar saja, tapi
datangnya bisa dari siapa saja. Bila berlapang dada dikatakan sebagai pakaiaan
orang yang mulia, mengapa kita tidak berusaha untuk mengenakannya? Jadi kawan,
dalam kehidupan begitu banyak hal yang akan kita lewati, dan yang tau siapa
yang akan “menjadi masakan yang lezat, bermanfaat dan bergizi” adalah anda yang
tau. Percayalah bahwasannya setiap orang pasti mengalami cobaan yang berbeda,
tapi itu semua sesuai dengan kemampuan kita. Jika kita merasa apa yang kita
hadapi lebih sulit dibanding dengan orang lain, itu berarti kita lebih mampu
untuk mengatasinya. Yuk kita saling menyemangati, dan mari kita bikin hidup
yang enak dengan bumbu2 yang kita dapat. Dengan menjadi lebih baik :)
Wednesday, July 18, 2012
I’m the leader of myself
Disetiap
populasi mahluk hidup pasti terdapat seorang pemimpin yang mampu mengorganisir
kehidupan rakyatnya agar terciptanya kedamaian (whuuez so politic). Tapi mau
sebaik apapun pemimpinnya kalo warganya ga bisa mimpin diri sendiri, ya
wasalam. Semuanya berawal dari diri sendiri, bukan dari orang lain, kecuali
atas seizin Yang Maha Kuasa pastinya. Yuk kita intip orang-orang sukses disekitar
kita. Mereka semua pasti orang-orang yang sukses memimpin diri mereka sendiri
sebelum akhirnya sukses dimata orang lain. Lalu maksud dari pemimpin untuk diri
sendiri yang kaya gimana? Ya pada hakikatnya pemimpin adalah orang yang mampu
mengendalikan, kalo untuk diri sendiri? Kita berusaha mampu mengendalikan
telinga, mata, bibir, tangan, dan lain-lain. Dikendalikan agar ga salah. Dan
yang paling penting pastinya pikiran kita, ini hal tersulit menurut saya. Saat
cemas, pikiran pasti negatif terus dan susah banget buat nenanginnya. Dan apa
akibatnya kalo kita ga mampu ngendaliin pikiran kita? Orang disekeliling kita
otomatis akan ga nyaman berada deket kita dan ikiut-ikutan bad mood. Ooohhh
tidak bisaa, hindari deh yang kaya gitu. Rasulullah Saw penah bersabda jika
seorang muslim adalah orang yang teman-temannya selamat dari gangguan lidah dan
tangannya. Dan seorang mu’min adalah orang yang teman-temannya merasa aman atas
diri dan harta mereka dari gangguannya (HR. Ahmad). Nah, maka dari itu,
memanage diri tu penting banget. Dan ini berhubungan banget sama yang namanya
kesuksesan. Jangan biarin rasa takut, malu, dan GALAU! Menunda sukses kita.
Semuanya pasti punya resiko dong, tinggal mana yang mau kita pilih. Kalo ada
yang bilang kesempatan itu ga datang dua kali, kalo bagi saya kesempatan itu
slalu ada kalo saya mau. Remember guys.... where there is a will there is a way
(kaya yg da dibuku tu :D)
Itu baru bener banget
tuh.... tapi keinginan juga harus dibarengi sama tindakan dong... jangan Cuma
mimpi doang pastinya. Please...this’s not in
the fairytale, this’s real. So tindakan juga mesti nyata. INGAT-INGAT,
Allah SWT juga pernah berfirman kalo, Allah tak akan mengubah nasib seorang
hamba-Nya jika tak mau berusaha mengubahnya sendiri. Hal ini memang benar adanya,
dan nasib itu kembali lagi sama diri kita. Bagaimana usaha kita, karna jalan
hidup kita mau seperti apa, ya kita yang memilih dan mengambil tindakan. Oleh
karena itu, kita mesti jadi pemimpin yang baik buat diri kita sendiri dan harus
tegas juga. Jangan dimanja-manjain terus. Ntar nglunjak, sama aja kalo kamu
jadi ketua kelas tapi ga tegas sama anggotanya, ya jadi seenaknya aja. Oke, be
the best leader for yourself, n i’m sure you’ll be amazing person and everybody
loves to around you ^<
Thursday, May 10, 2012
ANA
ともだち は 「アユン さんの声 は小さい」と言う。ほんとに?
うん。。。ちいさいと思う。だから 話すとき、ときどき 声 が 聞けません。
かわいそうね。。。。。
あたし は声 が大きくなりたい 、れんしゅしなければなりません
Smoga bener deh gramernya wkwkwk...
うん。。。ちいさいと思う。だから 話すとき、ときどき 声 が 聞けません。
かわいそうね。。。。。
あたし は声 が大きくなりたい 、れんしゅしなければなりません
Smoga bener deh gramernya wkwkwk...
Sebagai pengantar aja, ada sedikit pengalaman. Yup, this is about my voice. what's going on with it? I don't understand. Many people said that my voice is too low. Really? yes, i think so :( gimana ya? hiyaaaaa cape deh... kenapa dari dulu masalah banget sama suara. Mulai dari dapet kritik pas ikut debate waktu SMA gara-gara suaranya lirih buat didenger sampe kalo suruh ngomong didepan kelas mungkin cuma yang duduk didepan doang yang denger. Kenapa? :( perasaan udah ngomong dengan volume yang besar, tapi tetep aja katanya kecil. apa mesti ikut les vokal? (ampe segitunya?) yang lebih bikin geli lagi, ada yang bilang kalo saya ga pantes kuliah ambil bahasa jepang? WHAT? kenapa ga di bahasa jawa aja? waduh piye to... nopo amargi suaranipun kulo alit? (tambah ngaco). oke, kalo saya pribadi sih, terkadang emang cape dengan semua itu. Tapi mau gimana lagi? itulah diriku, perbedaan antara aku dan kamu. mungkin emang dah fitrahku bersuara kecil. meskipun begitu ya tetep aja ga da kata berhenti buat lebih baik lagi, karna sebagai calon guru (amien) suara ku mesti terdengar sampe pojok kelas. I will keep trying ^^ がんばります!!!
Well, Sebenernya ini special banget buat temen ku. Dia tak jarang
mengeluh akan dirinya sendiri, selalu menganggap kurang dirinya. Tapi dia tak
pernah sadar kalo kehadirannya slalu membuat orang bisa terhibur karna tingkah
lugunya. My lovely friend, don’t ever think that you re nothing in this world. Jangan
merasa jika orang akan pergi darimu karna tak bisa menerima mu. Percayalah, seorang
teman akan memahami keadaanmu, akan terus disampingmu meskipun kau tak
memintanya. Tak perlu kau salahkan dirimu sendiri, kekurangan itu kau yang
menciptakannya, maka berhentilah untuk berfikir negatif tentang dirimu sendiri.
Aku ya aku, ana kan? Me? Kulo? Watashi? Je? Nyong? Apapun bahasanya aku
tetaplah aku, konsep yang sama. Apa lagi bila nama mu memang “aku” kenapa kau
masih tak percaya diri? Orang tua mu telah pilihkan nama yang indah itu agar
kau percaya dan mampu berdiri atas diri sendiri, indah bukan? Slama ini juga
beberapa posting yang saya buat banyak terkait tentang “aku” dimana kau tak
perlu menjadi orang lain untuk lebih baik, yakinlah bahwa kau bisa menjadi lebih
baik tanpa kehilangan siapa dirimu. Jalanmu adalah kau yang memilih, bukan
orang lain yang menentukan. So guys... which way? Jalan yang mana akan kamu
pilih, disitulah kau akan membuat gambaran tentang dirimu. Jangan takut, jangan
jangan jangan jangan rendah diri, tapi rendah hati yang boleh. Keep spirit!!!
Friday, April 20, 2012
Wake Up N Get Up!!!!
Pasti ga
sedikit orang yang pengin bangun pagi nih, dah pasang alarm, minta dibangunin,
dan bla bla bla.... tapi ga bangun-bangun juga (kalo ga ya Cuma melek bilang “YA”
habis itu tepar dah ma empuknya bantal). Eh setelah bangun dah telat berangkat
sekolah atau kerja. Salah siapa? Niat si ada tapi pada pelaksanaannya ga
seperti niatnya. Hanya terjaga saja tak cukup untuk benar-benar bangun dari
tidur, tapi bangunlah dan beraktifitas. Terjaga dan terbangun berbeda maknanya.
Terjaga dan
tebangun adalah perumpaan yang saya pilih untuk menggambarkan “ketika kita
berniat maka bertindaklah”. Dalam Islam, niat baik saja telah tercatat
pahalanya, apalagi bila dilakukan. Saya ingin mengajak teman-teman bersama-sama
kita wujudkan apa yang telah kita niati, kita cita-citakan, dan semua itu tidak
hanya dengan berfikir (membayangkan) saja tapi kita realisasikan dalam tindakan
yang bisa mendukung keinginan kita. Ketika berniat tapi tak pernah ada usaha
untuk mewujudkannya maka jangan salahkan Tuhan bila nantinya kau menyesal karna
tlah sia-siakan hidupmu hanya untuk hidup di angan-angan mu saja kemudian
mengabaikan dunia yang sebenernya kita hadapi. Banyak sekali didunia ini orang
yang bermimpi luar biasa, cita-cita yang mulia, yang mempu menggetarkan jiwa
tapi? Mereka hanya hidup didalam mimpi mereka saja, lupa melihat dunia yang
sesungguhnya ia hadapi dan akhirnya mempi dan cita-cita luar biasa mereka
hanyalah sebuah mimpi.
Apakah mereka
yang suskses hanya berdiam diri saja? Tidak! apakah mereka hanya bermimpi saja?
Tidak! Mereka berusaha sampai tak mampu lagi, bahkan sampai diakhir hayatnya. Mereka
berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi mereka. Berikhtiarlah semaksimal
mungkin dan bertawakallah pada Allah akan hasil yang akan dicapai. Bila mungkin
belum berhasil, maka mungkin usahamu belum maksimal, dan bila akhirnya pun
tetap tak mampu maka yakinlah bahwa Allah punya jalan yang terbaik untuk mu. “Jika
Allah tidak memberikan yang kau inginkan maka Allah memberikan yang kau
butuhkan” mungkin saja itu bukan yang terbaik untukmu. Dan keuntungan yang bisa
kita peroleh adalah kita jadi tau dan takkan berkecimpung dalam hal yang sama
bila tlah tau itu bukan yang terbaik untuk kita. Maka tak ada yang sia-sia
dalam hidupmu.
SMANGAT!!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)