Have you ever make some food by
yourself? So what do you think? I’m sure it’ll take a long time to cook but so
fast to eat it, right? Iya tapi bukan masak air yah? Ato mie instan. For
example opor ayam nih...buatnya dari persiapan bahan-bahan sampe memasaknya dah
makan waktu banyak. Tapi kalo Cuma makan mah sebentar yah? Kecuali yang suka
makan sambil nonton tv hehe...
Well, masakan yang enak dilidah
pastinya ga cukup dengan garam doang dong? Apa Cuma pake trasi?he... apa cuma
cabe? Ga lah pastinya.. kita butuh bumbu yang lain agar rasanya pas dilidah,
eeemmmm nyami nyah? :D (tanda2 sipenulis laper :p). And...this’s like a life.
Ini seperti kehidupan, ada pahitnya, manisnya, asinnya, wah pokoknya campur
aduk deh.. apa ada yang cuma ngrasain manisnya doang? Tell me who? Kayanya ga
asik banget he...
Cobaan atau
ujian dalam hidup, kebahagiaan, kenangan, tawa, canda, sakit, sedih dsb, adalah
bumbunya orang hidup. Untuk menjadi seorang yang besar, saya percaya meraka
sudah mengalami itu semua, ya itu yang menurut saya adalah bumbunya orang
hidup. Suatu saat kita merasakan begitu semangat, tapi tak jarang tiba-tiba
kita terpuruk akan suatu hal. Dan rasanya sulit untuk bangkit kembali. Pada saat
itu juga mungkin kita tak punya alasan untuk bertahan. Tapi ingatlah, bahwa ada
setiap alasan kita masing-masing diciptakan. Apakah untuk hal yang sia-sia? Untuk
menjadi orang yang sepanjang hidupnya hanya untuk menyesal, bersedih hati? Tidak!
Setidaknya jika kita tak mampu mengubah dunia seperti kita inginkan, kita mampu
membawa diri kita menjadi yang lebih baik. Terkadang saya juga merasa ragu
untuk berbicara seperti ini, karna belum tentu saya juga mampu melakukan hal
yang saya tulis, tetapi saya teringat kata Bapa, bahwasannya “janganlah melihat
orang yang berbicara, tetapi isinya”. karena jika kita menunggu sempurna untuk menyebarkan ilmu, mau sampe kapan?. Ini yang membuat saya berani, dan mau
menerima saran dari orang lain, siapapun orangnya. Meskipun dia adalah anak
kecil. Tapi untuk hal yang benar bukan hanya orang yang pintar saja, tapi
datangnya bisa dari siapa saja. Bila berlapang dada dikatakan sebagai pakaiaan
orang yang mulia, mengapa kita tidak berusaha untuk mengenakannya? Jadi kawan,
dalam kehidupan begitu banyak hal yang akan kita lewati, dan yang tau siapa
yang akan “menjadi masakan yang lezat, bermanfaat dan bergizi” adalah anda yang
tau. Percayalah bahwasannya setiap orang pasti mengalami cobaan yang berbeda,
tapi itu semua sesuai dengan kemampuan kita. Jika kita merasa apa yang kita
hadapi lebih sulit dibanding dengan orang lain, itu berarti kita lebih mampu
untuk mengatasinya. Yuk kita saling menyemangati, dan mari kita bikin hidup
yang enak dengan bumbu2 yang kita dapat. Dengan menjadi lebih baik :)
No comments:
Post a Comment