Jika aku tanyakan pada mu untuk sebutkan beberapa keajaiban dunia, apa yang akan kau jawab? Candi borobudur, taj mahal, menara condong pisa? What else? Pertanyaan yang simpel tapi terkadang kita lupa jika Tuhan telah beri kita masing-masing keajaiban dunia yang seorang ilmuwanpun tak bisa membuatnya dengan sempurna. Mata, tlah Dia berikan untuk kita, sehingga keindahan dunia yang begitu mempesona bisa kau lihat, bisa melihat orang yang kita cintai bukankah itu sebuah anugrah yang tak terkira. Semua yang ada dalam tubuh mu adalah keajaiban. Tangan, kaki, mulut, hidung, hingga rambutmu yang bisa memanjang. Bersyukurlah kita yang dilahirkan dalam keajaiban. Bagaimana dengan saudara kita yang berbeda dengan kita? Mereka berbeda karna mereka istimewa. Tak ada yang perlu disesali dengan segala kekurangan yang kau miliki. Karna semua itu takkan kau bawa hingga mati bukan? Sudahkah kau bersyukur dengan keadaan mu? Taukah engkau mengapa Tuhan memberi mu kelebihan dan kekurangan. Agar kau tak hidup sendiri, agar dengan kelebihan mu kau bisa melakukan sesuatu yang berharga untuk orang disekeliling mu. Agar dengan kekurangan mu orang lain bisa melengkapi hidup mu. Karna disitulah ada cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya tak ada alasan bagi kita untuk mengeluh dalam hidup. Meski terkadaang sebagai manusia biasa aku pun tak jarang mengeluh daan bersedih. Tapi semua itu wajar. Untuk menjadi seorang yang penuh syukur dengan sang pencipta bukanlah hal yang mudah. Karna kita seringkali bersyukur atas kebahagiaan saja. Padahal dalam kesusahan itu, bersyukur juga diperlakukan. Karna kebahagiaan itu bukan untuk ditunggu tetapi untuk diciptakan. Dan dari mana datangnya kebahagiaan itu juga dari diri kita sendiri bukan dari orang lain. Jangan kau paksakan orang lain untuk selalu mengerti perasaan mu. Karna bukan cuma dirimu yang memiliki perasaan. Perasaanmu, pikiranmu adalah milikmu sendiri. Tak semua orang bisa mengerti apa kemauan mu. Pada akhirnya memang benar adanya jika hanya Tuhan yang mengerti dirimu. Pada siapa tempatmu mengadu? Mungkin ada saatnya kau bisa bicara dengan keluarga dan orang terdekatmu. Tapi bagaimana jika mereka tak ada pada saat yang dibutuhkan? Apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan berkata “kenapa dia tak ada disaat ku membutuhkannya?” dan menangisi semua itu? Maka kau akan terus dalam keegoisanmu. Manusia bukanlah Tuhan yang mampu mendengar keinginanmu dimana saja kau berada, bukan Tuhan yang slalu bisa memahami keadaan mu. Karna hidupnya tidaklah hanya untuk hal itu. Subhanallah..saya harap kita semua bisa selalu bersyukur dan berhenti selalu berada dalam keegoisan diri kita. Karna semua keinginan kita didunia tak berujung. Sedangkan umur pastilah ada akhirnya. Lalu kapan kau akan bahagia dengan keinginanmu itu? Dimanakah letak kebahagiaan itu? Itu ada dalam lubuk hati mu ketika kau mau bersyukur.. bersyukur itu nikmat, maka tak jarang ketika kau benar-benar menemukan kebahagiaan atas rasa syukur itu kau akan mengangis bahagia. Tak ada yang tau letak kebahagiaan mu, hanya dirimu, dan hanya kamu yang mampu menemukannya untuk mu. Kalu kau tak mampu bahagia untuk dirimu sendiri bagaimana kau mampu membahagiakan orang disekitarmu? Yuk kita renungkan :)
No comments:
Post a Comment