Search This Blog

Friday, January 30, 2015

Everlasting Love


“Kalo kamu besok punya anak, maunya dipanggil apa nih?” tanya saya pada teman satu kos, ya yang namanya perempuan kalo dah lagi ngobrol suka melintasi batas waktu dan zaman alias bisa kemana-mana. Teman saya waktu itu bilang “aku pengin anakku manggil bunda.”, saya terdiam sejenak berfikir [“aku apa yah?”] ya dari sekian banyak pilihan “mama! mama aja.” itu kata yang terucap dari saya. Mungkin percakapan ala kaya gini geli kalo dibicarain, secara rasanya terlalu dini :p but it’s ok I think.... ditengah obrolan “emang ada ya, bayi baru bisa ngomong, trus manggil ibunya BUNDA? ibu? umi?” ketus saya sambil berusaha memposisikan kalau saya jadi bayi, agak susah buat bilang vokal “U”, yang ada pasti “mama, mam, mam..” gitu saya kira.. sontak tawa pecah diantara kami, jangan tanya gimana ketawanya, ini perut sampe mules Bhahaha x-D
Well, saya ga bakal bahas panggilan apa yang mau disandang perempuan nantinya, tapi mau bahas sosok “mama” yang luar biasa ini wawww...
Hai mama, apa kabar? mama dimana-mana bahagia kalo tahu anaknya bahagia, so simple! tapi ga sesimple kelihatannya, sederhana tapi dalem banget!! ngalahin dalemnya samudra lirik lagunya kak Agnes hehe... Sedalem apa? yuk kita mengingat pengorbanan mama berikut ini :
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Luqman : 14)

Membaca ayat tadi saya tambah bersyukur, coba liat dalam Al-Qur’an ibu menyusui mempunyai aturan selambat-lambatnya 2 tahun. Kita kan tahu dalam dunia medis juga dianjurkan seperti itu, Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya.
 وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ
Dan para ibu hendaknya menyusui anak-anak mereka selama dua tahun yang sempurna.” (Al-Baqarah: 233)
 Ok, agak out of story sih tapi mumpung masih di ayat ini, saya juga pernah mengalami nyeri, ada benjolan di payudara sebelah kiri, ini berlangsung beberapa hari dan bikin saya takut dengan segala macam pikiran negatif, karna waktu itu saya masih dalam periode menstruasi, saya tunda untuk memeriksakan ke dokter, karna waktu saya searching di mbah google pemeriksaan setelah mens kalo tidak salah setelah kurang lebih 8 hari. Deg-degan banget, and finnaly “ga pa2, Cuma radang aja.. bisa jadi karna menstruasi” kata dokter, fiuuuhh lega “ada yang perlu dihindari dok?” tanya saya, “yang penting kalo menyusui sampai 2 tahun ya”, dalam hati saya [“tenang yun, maksudnya kalo dah punya anak keles haha”] dan baca ayat tadi rasanya iman saya bertambah T.T InsyaAllah, aamiin.

Oke, enough intermezonya.. balik ke pengorbanan sosok mama nih,
1.     Mengandung
Mengandung! saya belum pernah ngalamin ini, but I always wondering how its like? “what amazing!!” . Bayangkan aja, ada manusia bawa manusia kecil lain ditubuhnya, dan selama 9 bulan 10 hari dibawanya.. tidur tak nyenyak, belum yang dapet morning sick (mual2 gitu), dan sebagainya, makan ga enak tapi mau gimana lagi? sikecil harus diasup makanan lewat ibunya kan? mengandung, I think it’s not easy but mama always happy when she was pregnant, I’m sure J
2.    Melahirkan
Wah ini yang menjadi hal yang sering dicemaskan oleh calon-calon mama buat pengalaman pertama kali buat melahirkan. Jangan ditanya, bayangin aja saya udah merasa ngeri dan sakit bukan main, tapi rasa takut ibu tertutup dengan rasa sayang dan berharap melihat sikecil lahir ke dunia, subhanallah.... sekarang juga ada proses melahirkan caesar, dengan berkembangnya IPTEK alhamdulillah bisa menekan angka kematian ibu saat melahirkan.
3.    Daily life
Dalam kehidupan sehari-hari bukan rahasia kalau kita bergantung sama mama, segala pekerjaan rumah yang tak terlihat tapi sangat melelahkan ini biasa mama lakukan, siapa yang suka susah dibangunin? hayo ngaku! mama sabar bener nglakuin rutinitas bangunin anaknya sehari-hari. Kadang kita kurang peka terhadap apa yang telah mama beri, tapi buat yang merantau untuk belajar atau berkerja barulah terasa... kaya kehilangan separuh hidup. “Ibu saya kerja, pekerjaan rumah ada rewang” tak jarang ada hal seperti ini. saya juga tinggal bersama nenek, mama berkerja di kota, tapi kalo pulang, langsung sederet masakan kesukaan saya terhidang, rumah jadi trasa lebih indah. Apapun itu, mama pasti punya alasan kenapa beliau memilih dirumah atau bekerja. Don’t be sad...

4.    As mother? as single parent?
Sebagai mama, tugasnya merawat dan mendidik anak. Mama adalah madrasah pertama buat anak, begitu katanya. Entahlah, mungkin masih terlalu dini tapi mungkin saya bisa rela melepas karir untuk mendampingi kelak anak saya, apalagi selagi mereka masih kecil dan masih sangat bergantung kepada orangtua. Mungkin ada yang bilang, ngapain sekolah tinggi kalo cuma buat jadi ibu rumah tangga sama ngurus anak? How could you say something like that? anak itu titipan Allah, mendidiknya adalah tugas sangat penting, selain tanggung jawab kita kepada Sang Pencipta. Bukankah hal baik bila anak dididik oleh ibu pintar? Tapi tak jarang juga mama yang tetap berkarir dan mengurus anak. That’s wonder women, right? yang penting bisa ngatur jadwal aja. Waktu sama anak juga penting.

Apalagi as single parent.... that’s hard. Mama saya, pernah menjadi single parent sampai saya duduk dikelas 2 SMP, mama tak mau menikah waktu itu karna takut saya depresi, karna baru saja melihat orangtuanya berpisah. Waktu itu saya berumur 4 tahun ketika orangtua bercerai, I was just a child, i don’t know any thing, what could i do was just crying. Saya sampai sekarang masih merasa bersalah karna tak bisa menghibur mama, hanya menangis dan mengeluh, menyalahkan keadaan, takdir saya. Tapi saya juga bersyukur karna mama saya adalah mama, saya bisa tumbuh dengan baik sampai saat ini. You are not perfect mother but you are the best one for me... no protes! I do love you. More than anyone, saya sadar perjuangan beliau tak tergantikan selamanya, dan saya tak tahu bagaimana caranya membalas cinta mama, rasanya tak pernah cukup! (ini ngetik mata ga jelas buat liat monitor karna dah banjir air mata huhu) yang bisa saya lakukan adalah berdo’a agar punya kesempatan membahagiakan beliau n panjang umur hingga melihat saya menikah, punya anak hingga cucu, aamiin...

Satu hal yang saya pelajari dari pengalaman perceraian orang tua saya, saat dulu hanya bisa menyalahkan keadaan, karna saya belum mengerti. Allah belum izinkan saya untuk mengerti, bisa jadi karna belum saatnya atau bisa jadi karna terlalu menyakitkan untuk saya waktu itu. Saya juga slalu ingat quote ini “you don’t have to understand everything, because sometime it doesn’t have to be understood but to be accepted!” well bahagia itu simple, bersyukurlah :-D saya sadar bukan hanya saya yang berusaha memulai hidup baru setelah perceraian orang tua, tapi mama dan bapa juga... Allah, slalu lindungilah kedua orang tua saya aamiin...


Cinta mama adalah everlasting love, bersyukur akan kehadirannya, menjadi anak bahagia adalah salah satu kunci kebahagiaan seorang mama. So be happy!!! If you can’t find a reason for smile today, remember her everlasting love for you... subhanallah....

Thursday, January 29, 2015

Life Is A Chosen

Assalamu’alaikum... Sudahkah kita bersyukur hari ini? well, kali ini saya ingin sharing apa yang saya rasakan dan saya pelajari hari ini. Sebenernya hal ini sudah sering saya alami, begitu pula saya yakin dengan teman-teman.
Dewasa ini saya merasakan bahwa angka pengemis di daerah saya maupun di kota saya kuliah meningkat. Ya tapi mungkin hanya perasaan saya karna belum pernah survey kan. Apalagi kalau liat berita-berita di TV wah Jakarta kaya gudangnya. Sering saya berfikir apa sebenarnya yang mengakibatkan orang memilih meminta-minta? ya tak jarang pasti berfikir kalau hidup jaman sekarang mencari pekerjaan susah, apalagi jika tak pernah menempuh pendidikan. Kadang sarjana pun masih ada yang nganggur.
Saya sendiri sering sekali mood menjadi berubah ketika melihat pengemis, ya bisa jadi sedih, nyesel, bersyukur juga karna “Ya Allah saya beruntung”. Terkadang ingin sekali bantu (ngasih duit) tapi kalo lagi di angkot atau kendaraan susah ngasih keluar, kadang naruh uangnya susah diambil, ga ada uang receh, dan sebagainya. Rasanya tu nyesek mending ga usah liat T.T Pernah suatu ketika saya dari stasiun  naik angkot, sepanjang jalan banyak pengemis terus saya jadi galau. Eeeeh pas turun dari angkot, saya baru tau kalau bapak supir cacat kakinya L kedua kalinya juga saya pernah naik angkot yang bapak supirnya kedua tangannya cacat. Dari melihat itu rasanya saya bukan apa-apa. Dijalanan banyak orang cacat yang jadi pengemis tapi masih ada beberapa orang yang memilih lebih bersyukur, menerima kekurangannya dan mencari rezeki dengan apa yang bisa dia lakukan. Contoh yang lain adalah ketika saya akan menaiki bus menuju stasiun. saya berpapasan dengan kakek mungkin umurnya sekitar 70 tahunan memanggul sapu-sapu lantai dengan jalan yang lambat dan agak tertatih. Sumpah rasanya pengin beli tu sapu 1 atau 2 buah kalau saja saya tak gugup untuk ke stasiun karna kereta tinggal 2 jam lagi berangkat sedangkan jarak stasiun menggunakan bus sekitar 1 setengah jam-an. Belum kalau bus itu harus berhenti di pasar. Sedih saya dengan kondisi seperti ini namun, saya sadari sekali bahwa kebahagian bukan sesuatu yang harus dengan uang yang berlimpah dan teman-temannya. Tapi kebahagiaan itu diciptakan, salah satunya dengan bersyukur dan saya berdo’a semoga kakek penjual sapu tadi adalah salah satu orang yang diberi Allah rasa syukur yang besar aamiin.
Segala hal yang disekeliling kita pastilah tak hadir begitu saja, tetapi ada hikmah disetiap langkah kaki kita. Banyak dari kita tahu mengenai cara bersyukur dan mengambil hikmah disekeliling kita namun, sulit untuk menyadarinya. Seperti numpang lewat saja dan tak ada artinya. Penting untuk kita lebih peduli terhadap orang-orang disekitar kita dan lingkungan. Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu memaklumkan,sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku pasti sangat berat.” (QS Ibrahim [14]:7)
Hidup adalah pilihan, life is a chosen ! seperti pepatah bahwa banyak jalan menuju Roma, yes! there are so many ways to reach a happines. Tapi kebahagiaan seperti apa yang kau inginkan adalah PR bagi masing-masing dari kita. Memang benar bahagia adalah ketika kita mampu bersyukur kepada Sang Pencipta, REMEMBER!! bersyukur tak sama dengan pasrah dengan kondisi! tetapi lebih kepada menghargai apa yang telah kita capai, ini mengenai menghargai dan instropeksi diri. Seperti kala saya menghadapi kegagalan dalam sebuah ambisi, memang tak mudah rasanya tapi bersyukur menjadikan saya brasa lebih hidup sebagai manusia yang memiliki Tuhan untuk bersandar kala tak tahu harus bagaimana. Because sometimes life is also competition, if you don’t win yet to reach your dream, you must remember that “Mungkin dia lebih pantas karna usahanya yang lebih dibanding dirimu atau memang dia yang lebih membutuhkan” see? but setelah semua itu bukan berarti kau berhenti melangkah. karna kegagalan sesungguhnya adalah ketika kau berhenti untuk mencoba. Let say alhamdulillah J