Search This Blog

Thursday, January 29, 2015

Life Is A Chosen

Assalamu’alaikum... Sudahkah kita bersyukur hari ini? well, kali ini saya ingin sharing apa yang saya rasakan dan saya pelajari hari ini. Sebenernya hal ini sudah sering saya alami, begitu pula saya yakin dengan teman-teman.
Dewasa ini saya merasakan bahwa angka pengemis di daerah saya maupun di kota saya kuliah meningkat. Ya tapi mungkin hanya perasaan saya karna belum pernah survey kan. Apalagi kalau liat berita-berita di TV wah Jakarta kaya gudangnya. Sering saya berfikir apa sebenarnya yang mengakibatkan orang memilih meminta-minta? ya tak jarang pasti berfikir kalau hidup jaman sekarang mencari pekerjaan susah, apalagi jika tak pernah menempuh pendidikan. Kadang sarjana pun masih ada yang nganggur.
Saya sendiri sering sekali mood menjadi berubah ketika melihat pengemis, ya bisa jadi sedih, nyesel, bersyukur juga karna “Ya Allah saya beruntung”. Terkadang ingin sekali bantu (ngasih duit) tapi kalo lagi di angkot atau kendaraan susah ngasih keluar, kadang naruh uangnya susah diambil, ga ada uang receh, dan sebagainya. Rasanya tu nyesek mending ga usah liat T.T Pernah suatu ketika saya dari stasiun  naik angkot, sepanjang jalan banyak pengemis terus saya jadi galau. Eeeeh pas turun dari angkot, saya baru tau kalau bapak supir cacat kakinya L kedua kalinya juga saya pernah naik angkot yang bapak supirnya kedua tangannya cacat. Dari melihat itu rasanya saya bukan apa-apa. Dijalanan banyak orang cacat yang jadi pengemis tapi masih ada beberapa orang yang memilih lebih bersyukur, menerima kekurangannya dan mencari rezeki dengan apa yang bisa dia lakukan. Contoh yang lain adalah ketika saya akan menaiki bus menuju stasiun. saya berpapasan dengan kakek mungkin umurnya sekitar 70 tahunan memanggul sapu-sapu lantai dengan jalan yang lambat dan agak tertatih. Sumpah rasanya pengin beli tu sapu 1 atau 2 buah kalau saja saya tak gugup untuk ke stasiun karna kereta tinggal 2 jam lagi berangkat sedangkan jarak stasiun menggunakan bus sekitar 1 setengah jam-an. Belum kalau bus itu harus berhenti di pasar. Sedih saya dengan kondisi seperti ini namun, saya sadari sekali bahwa kebahagian bukan sesuatu yang harus dengan uang yang berlimpah dan teman-temannya. Tapi kebahagiaan itu diciptakan, salah satunya dengan bersyukur dan saya berdo’a semoga kakek penjual sapu tadi adalah salah satu orang yang diberi Allah rasa syukur yang besar aamiin.
Segala hal yang disekeliling kita pastilah tak hadir begitu saja, tetapi ada hikmah disetiap langkah kaki kita. Banyak dari kita tahu mengenai cara bersyukur dan mengambil hikmah disekeliling kita namun, sulit untuk menyadarinya. Seperti numpang lewat saja dan tak ada artinya. Penting untuk kita lebih peduli terhadap orang-orang disekitar kita dan lingkungan. Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu memaklumkan,sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku pasti sangat berat.” (QS Ibrahim [14]:7)
Hidup adalah pilihan, life is a chosen ! seperti pepatah bahwa banyak jalan menuju Roma, yes! there are so many ways to reach a happines. Tapi kebahagiaan seperti apa yang kau inginkan adalah PR bagi masing-masing dari kita. Memang benar bahagia adalah ketika kita mampu bersyukur kepada Sang Pencipta, REMEMBER!! bersyukur tak sama dengan pasrah dengan kondisi! tetapi lebih kepada menghargai apa yang telah kita capai, ini mengenai menghargai dan instropeksi diri. Seperti kala saya menghadapi kegagalan dalam sebuah ambisi, memang tak mudah rasanya tapi bersyukur menjadikan saya brasa lebih hidup sebagai manusia yang memiliki Tuhan untuk bersandar kala tak tahu harus bagaimana. Because sometimes life is also competition, if you don’t win yet to reach your dream, you must remember that “Mungkin dia lebih pantas karna usahanya yang lebih dibanding dirimu atau memang dia yang lebih membutuhkan” see? but setelah semua itu bukan berarti kau berhenti melangkah. karna kegagalan sesungguhnya adalah ketika kau berhenti untuk mencoba. Let say alhamdulillah J

No comments:

Post a Comment