Search This Blog

Friday, September 28, 2012

The spices of life


Have you ever make some food by yourself? So what do you think? I’m sure it’ll take a long time to cook but so fast to eat it, right? Iya tapi bukan masak air yah? Ato mie instan. For example opor ayam nih...buatnya dari persiapan bahan-bahan sampe memasaknya dah makan waktu banyak. Tapi kalo Cuma makan mah sebentar yah? Kecuali yang suka makan sambil nonton tv hehe...
Well, masakan yang enak dilidah pastinya ga cukup dengan garam doang dong? Apa Cuma pake trasi?he... apa cuma cabe? Ga lah pastinya.. kita butuh bumbu yang lain agar rasanya pas dilidah, eeemmmm nyami nyah? :D (tanda2 sipenulis laper :p). And...this’s like a life. Ini seperti kehidupan, ada pahitnya, manisnya, asinnya, wah pokoknya campur aduk deh.. apa ada yang cuma ngrasain manisnya doang? Tell me who? Kayanya ga asik banget he...
Cobaan atau ujian dalam hidup, kebahagiaan, kenangan, tawa, canda, sakit, sedih dsb, adalah bumbunya orang hidup. Untuk menjadi seorang yang besar, saya percaya meraka sudah mengalami itu semua, ya itu yang menurut saya adalah bumbunya orang hidup. Suatu saat kita merasakan begitu semangat, tapi tak jarang tiba-tiba kita terpuruk akan suatu hal. Dan rasanya sulit untuk bangkit kembali. Pada saat itu juga mungkin kita tak punya alasan untuk bertahan. Tapi ingatlah, bahwa ada setiap alasan kita masing-masing diciptakan. Apakah untuk hal yang sia-sia? Untuk menjadi orang yang sepanjang hidupnya hanya untuk menyesal, bersedih hati? Tidak! Setidaknya jika kita tak mampu mengubah dunia seperti kita inginkan, kita mampu membawa diri kita menjadi yang lebih baik. Terkadang saya juga merasa ragu untuk berbicara seperti ini, karna belum tentu saya juga mampu melakukan hal yang saya tulis, tetapi saya teringat kata Bapa, bahwasannya “janganlah melihat orang yang berbicara, tetapi isinya”. karena jika kita menunggu sempurna untuk menyebarkan ilmu, mau sampe kapan?. Ini yang membuat saya berani, dan mau menerima saran dari orang lain, siapapun orangnya. Meskipun dia adalah anak kecil. Tapi untuk hal yang benar bukan hanya orang yang pintar saja, tapi datangnya bisa dari siapa saja. Bila berlapang dada dikatakan sebagai pakaiaan orang yang mulia, mengapa kita tidak berusaha untuk mengenakannya? Jadi kawan, dalam kehidupan begitu banyak hal yang akan kita lewati, dan yang tau siapa yang akan “menjadi masakan yang lezat, bermanfaat dan bergizi” adalah anda yang tau. Percayalah bahwasannya setiap orang pasti mengalami cobaan yang berbeda, tapi itu semua sesuai dengan kemampuan kita. Jika kita merasa apa yang kita hadapi lebih sulit dibanding dengan orang lain, itu berarti kita lebih mampu untuk mengatasinya. Yuk kita saling menyemangati, dan mari kita bikin hidup yang enak dengan bumbu2 yang kita dapat. Dengan menjadi lebih baik :)