Search This Blog

Tuesday, August 18, 2015

Put On Your Make Up



Jaman SMA, ada seorang teman yang menanyakan pada saya kenapa saya mau gabung ngobrol bareng dia dan teman – temannya. Kaget sih denger pertanyaan kaya gini, alasannya dia berfikir kalau saya termasuk orang yang pilih-pilih teman yang “baik” saja. Well, mungkin saya termasuk orang yang ga gampang percaya sama orang lain tapi bukan berarti ga mau berteman lah ya. Bagi saya berteman sih sama siapa aja, bahkan meskipun saya tau kalau dia bukan orang yang”sama pribadinya” dengan saya, that’s no matter.
Ada kalimat bahwa bertemanlah dengan yang baik. Memang benar tapi kalau saya sih ga ditelan mentah-mentah keles :p Saya malah tertantang kalau berteman yang jelas berbeda dengan karakter saya, ini membantu saya berfikir dewasa loh. Mungkin sering saya ungkapkan bahwa kita sering men-judge sesuatu tanpa tau asal usulnya. Kata pepatah Arab, Manusia membenci apa yang tidak dia ketahui.
Banyak sekali hal yang menurut saya tak disangka dengan mengenal lebih dekat dibanding hanya gosip. Terkadang orang memiliki alasan kenapa berperilaku seperti itu, dan dari pada menghakimi seolah kita sudah menjadi pribadi yang benar saja mending kenali mereka atau diam saja. Toh saya juga bukan manusia yang bisa dibilang baik, saya hanya berusaha atau mungkin berpura-pura. Tak munafik lah kita tak jarang tak suka dengan perilaku seseorang tapi tak perlu membawanya kemana-mana. Penyakit yang saya takuti adalah tertutupnya mata hati kita hanya karna kebencian kecil, benar adanya kalau beribu kebaikan akan lenyap hanya dengan satu keburukan. Amit-amit lah ya...
Ada yang bilang bahwa hidup saya baik-baik saja, lempeng-lempeng aja, dan ga da masalah. Dalam hati (U don’t have to know me well and sometimes it’s better to be a secret :’)) mungkin agak alay tapi saya lebih bangga dibilang orang misterius hahaha... saya tak ingin pikiran saya banyak terbaca oleh orang. Katanya menjadi seorang muslim ketika senang jangan berlebihan dan sedihpun jangan berlebihan. Lebih baik bila biasa saja, tapi pasti ga lupa buat bersyukur dong. Ga jarang komentar “kamu bisa galau juga?” ya iyalah ya, namanya ja manusia yang berperasaan. Tapi tak perlu diumbar juga kan? Mungkin saya mulai alay kalau dengan orang yang benar-benar deket banget, itu pun bisa diitung jari.
Slama ini yang masih saya pelajari adalah how to put on your make up and hide your weakness. Okey, bukan berarti saya senang memakai topeng, tapi kadang kalanya lebih baik berpura-pura dibanding menyakiti diri sendiri dan orang lain. Mungkin karna saya tipe orang yang paling males buat berdebat kali. Tapi disini perlunya unggah ungguh, sopan santun dan pendidikan. Lalu bukan berarti saya ingin semua orang seperti saya, kita lahir dengan perbedaan and it’s beautiful! Mungkin saya bisa katakan ini adalah kelebihan sekaligus kelemahan saya yaitu untuk mendahulukan perasaan orang lain. Disini saya perlu pengetahuan kapan saat harus bertindak seperti itu atau kapan harus mengikuti keinginan hati.
Pada intinya, jangan membenci orang tapi bencilah perilakunya, jangan memaki ketika mengajari. Manusia bisa berubah kapan saja dan bukan hak kita untuk menghakimi sesuatu yang tak kita ketahui. Setiap orang adalah makhluk yang kompleks dan sulit untuk menyimpulkan dia orang yang bagaimana. Setiap orang bunyak sisi kelamnya dan mencoba mencari cahaya didalamnya adalah hal yang perlu kita pertimbangkan. To put on your make up is not only about to hide your darkness but also to look for something to learn from the others. Dari pura-pura baik menjadi kebiasan dan menjadi perilaku yang baik juga. Bisa karna terbiasa :D

No comments:

Post a Comment