Search This Blog

Saturday, May 16, 2015

The Gift Of A Friend




Siapa penggemar Tinkerbell? Pasti ga asing sama soundtracknya yang dibawain Demi Lovato, the gift of a friend. Easy listening but very touching. Kalo diperhatiin setiap lirikya, mengajarkan kita arti kehadiran seorang teman dalam kehidupan kita.
Sometimes you think you’ll be fine by your side
Cause a dream is a wish that you make all alone
It's easy to feel like you don't need help
But it's harder to walk on your own
Bait pertama, menyadarkan kita bahwa memang mimpi kita, kita yang memutuskan dan kita kadang mrasa kita akan baik-baik saja tanpa bantuan tapi pada kenyataannya sulit untuk berjalan sendiri.

You'll change inside,When you realize
The world comes to life. And everything's bright
From beginning to end, when you have a friend
By your side,that helps you to find
The beauty you are when you open your heart
And believe in “The Gift Of A Friend”

Dari lirik berikutnya bisa kita artikan bahwa pada intinya kita akan menyadari arti kehadiran seorang teman yang akan membuat hidup kita lebih berwarna dan penuh makna.

And when your hope crashes down,
Shattering to the ground you, you feel all alone
When you don't know which way to go
And there's no signs leading you home, you're not alone

Dan ketika harapanmu tak seindah yang kau impikan, kau merasa sendiri bagai tak tau lagi untuk melangkah menemukan jalan pulang, tersesat, teman ada untuk mu, membantu mu menuntun mu kembali.

Well, memang yang namanya pertemanan bisa melebihi indahnya lirik lagu ini atau mungkin tak semudah yang kita bayangkan. Pertemanan bukan hanya ajang saling berbagi cerita kehidupan atau curhat-curhatan, tapi proses belajar menyayangi sesama dan memahami, belajar membuang ego dan menerima. Tak jarang ada yang bilang “qo temen gitu?” “musuh dalam selimut!” and bla bla bla, dan kata teman berubah menjadi musuh. Jadi tau betapa tipis jarak kata sayang dan benci. Banyak juga orang yang memilih sendiri dan tak percaya yang namanya teman, tapi bukan berarti berhak buat men”judge” bahwa dia orang yg ga punya teman karna ga pandai bergaul. Ini sama kaya kamu harus bermain detektif2an, mencari fakta sebelum menarik kesimpulan.
Saya sendiri ketika berperan sebagai teman, ada kalanya saya tak ikut campur dalam permasalahannya atau ketika dicurhatin saya ga ngasih saran apa-apa. Bukan berarti ga peduli tapi kadang emang perlu kamu menghadapi masalah seorang diri, jadi kamu tau sejauh mana kemampuan mu. Dan saya percaya sama quote “Never choose a friend without complete understanding and never lose a friend because of a small misunderstanding” Tak pernah memilih teman tanpa pemahaman yang penuh dan tak akan kehilangan teman hanya karna miskom belaka.

Tapi bukan berarti kamu memaksakan untuk memahami teman padahal kamu tak bisa, maka cukup terima dia apa adanya. “Sometimes you don’t have to understand everything, because sometimes it just needs to be accepted” Mungkin lebih baik membagi teman biasa, teman akrab, dsb dari pada “aku ga berteman sama dia”. We all know that it’s more difficult to find a friend than an enemy, don’t we?

Buat orang berkepribadian ekstrovert sih ga masalah buat bergaul dengan lingkungan baru sekalipun tapi lain halnya sama orang introvert kaya saya, ciaa ciiiaa....:D Orang-orang seperti saya perlu penyesuaian yang lebih lama. Tapi bukan berarti saya ga pengin menjalin sebuah hubungan pertemanan. Saya hanya tak tau harus memulai dari mana, biar suasana jadi enak gitu, makanya inget banget dulu jaman SMP sampe SMA slalu update majalah dan sebagainya buat tau trending topik yang biasa dibicarain anak muda wkwkwk... please jangan ketawa, because i’m trying to be good friend. Kalo ada teman yang ngajakin “main yuk!” misalnya pergi suatu tempat hanya untuk tujuan main, jujur itu hal yang sedikit aneh dan kejutan bagi saya. Karna bagi orang introvert mungkin yang namanya main, keluar dari (zona nyaman : keluar dari tempat tapa:semedi:kandang) tanpa tujuan yang jelas itu alot -_- karna orang – orang seperti kami akan cepat kehabisan energi ditempat ramai karna kami butuh waktu lebih banyak untuk sendiri.

Apapun itu, setulus apapun kita menyayangi, ga bisa dibaca karna hati ga kan bisa bicara. Tapi minimal bisa bangun rasa saling percaya. Dalam hubungan ga mungkin bakal berjalan mulus2 aja, gejolak pasti ada, tapi itulah yang bikin hidup lebih berwarna. Ayun loves you as always :p

No comments:

Post a Comment