Sudahkah?
Sahabat..sudahkah
kalian merasa menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang disekeliling kita? Sudahkah
kita memikirkan orang lain yang membutuhkan? Sudahkah bisa kita disebut seorang
yang baik? Tak usah jauh-jauh dulu dah.. sudahkah kalian mengenal diri kalian
sendiri? Siapa kalian? Apa tujuan kalian hidup? Untuk apa kalian hidup didunia?
Sekolah? Makan? Apalah aja yang ada.. sebagai umat muslim, hakikat manusia
adalah sebagai khalifah di bumi. Jadi apa yang sesungguhnya harus kita lakukan?
Dalam firman-Nya. “Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk
beribadah pada Ku”
Ya…beribadah
kepada-Nya memang bisa dikatakan suatu kwajiban sebagai hamba-Nya namun,
sesungguhnya ibadah lebih tepat dikatakan adalah sebuah kebutuhan. Ibadah adalah
suatu kebahagiaan tersendiri. Untuk apa harta melimpah bila kau tak merasa bahagia?
Banyak milyader yang bunuh diri karna tidak bahagia, kalau sahabat juga gemar
dengan artis/penyanyi korea, pasti sudah tak asing lagi yang namanya artis
bunuh diri, over dosis dan sebagainya? Apa penyebabnya? Mereka punya
popularitas, fisik yang dibilang sempurna dan jutaan fans yang selau
menyemangati mereka. Tapi apakah mereka merasa dunia cukup hanya dengan semua
itu? Bagaimana dengan kewajiban kita terhadap Tuhan? Sangat mengerikan jika
kita sampai tak tahu tujuan hidup kita. Hingga pada saat tua nanti perjalanan
hidup yang begitu cukup membuat kalian tua cukup diceritakan dengan kata-kata
dalam menit. Tak ada yang begitu istimewa. Hanya cerita pengalaman yang menyenangkan
hingga menyedihkan. Itu semua sudah biasa, semua orang pastilah mengalaminya. Sahabat
buatlah hidup kalian lebih berwarna dengan menolong sesama, memberikan sebuah
pengabdian yang setulusnya yang membuat hidup kita semua pada akhinya
kepuasanlah yang kita dapatkan. Suatu saat saya merasa menjadi orang yang baik
karna tak jarang bersedekah, tapi semua itu hilang ketika menonton salah satu
acara televisi mengenai orang berhati mulia di dunia. Salah satunya adalah
seorang tukang becak dicina yang mengabdikan dirinya untuk sebuah yayasan anak
yatim. Pendapatan seumur hidupnya menjadi tukang becak ia sumbangkan ke anak
yatim. Dan makan dari hasilnya memulung dan pakaian bekas. Beliau melakukan hal
yang sama selama hidupnya. Hingga beliau tak tahu kalau uang yang ia berikan
kalau dirupiahkan mencapai lebih dari 600 juta rupiah. Subhanallah.. sungguh
saya merasa tak ada apa-apanya dibandingkan beliau. Bagimana mungkin saya masih
bisa menyia-nyiakan nasi sedangkan banyak orang diluarsana yang tak bisa makan.
Sungguh malu sekali rasanya, bagimana bisa saya menyebut seorang diri orang
yang baik. Ampun dah yun….
Nah.. bagaimanakah
dengan sahabat? Apapun yang ada dalam benak kalian, saya yakin kalian semua juga berhati mulia, hanya tinggal tunjukkanlah itu dalam tindakan, bukan untuk
menyombongkan diri melainkan untuk membagi kemuliaan mu pada orang lain hingga
semuanya merasakan kebahagiaan dan kehangatan atas kehadiranmu. Remember, every body is special on his/her own way….
No comments:
Post a Comment