Search This Blog

Wednesday, February 1, 2012

sudahkah?


Sudahkah?
Sahabat..sudahkah kalian merasa menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang disekeliling kita? Sudahkah kita memikirkan orang lain yang membutuhkan? Sudahkah bisa kita disebut seorang yang baik? Tak usah jauh-jauh dulu dah.. sudahkah kalian mengenal diri kalian sendiri? Siapa kalian? Apa tujuan kalian hidup? Untuk apa kalian hidup didunia? Sekolah? Makan? Apalah aja yang ada.. sebagai umat muslim, hakikat manusia adalah sebagai khalifah di bumi. Jadi apa yang sesungguhnya harus kita lakukan? Dalam firman-Nya. “Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah pada Ku”
Ya…beribadah kepada-Nya memang bisa dikatakan suatu kwajiban sebagai hamba-Nya namun, sesungguhnya ibadah lebih tepat dikatakan adalah sebuah kebutuhan. Ibadah adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Untuk apa harta melimpah bila kau tak merasa bahagia? Banyak milyader yang bunuh diri karna tidak bahagia, kalau sahabat juga gemar dengan artis/penyanyi korea, pasti sudah tak asing lagi yang namanya artis bunuh diri, over dosis dan sebagainya? Apa penyebabnya? Mereka punya popularitas, fisik yang dibilang sempurna dan jutaan fans yang selau menyemangati mereka. Tapi apakah mereka merasa dunia cukup hanya dengan semua itu? Bagaimana dengan kewajiban kita terhadap Tuhan? Sangat mengerikan jika kita sampai tak tahu tujuan hidup kita. Hingga pada saat tua nanti perjalanan hidup yang begitu cukup membuat kalian tua cukup diceritakan dengan kata-kata dalam menit. Tak ada yang begitu istimewa. Hanya cerita pengalaman yang menyenangkan hingga menyedihkan. Itu semua sudah biasa, semua orang pastilah mengalaminya. Sahabat buatlah hidup kalian lebih berwarna dengan menolong sesama, memberikan sebuah pengabdian yang setulusnya yang membuat hidup kita semua pada akhinya kepuasanlah yang kita dapatkan. Suatu saat saya merasa menjadi orang yang baik karna tak jarang bersedekah, tapi semua itu hilang ketika menonton salah satu acara televisi mengenai orang berhati mulia di dunia. Salah satunya adalah seorang tukang becak dicina yang mengabdikan dirinya untuk sebuah yayasan anak yatim. Pendapatan seumur hidupnya menjadi tukang becak ia sumbangkan ke anak yatim. Dan makan dari hasilnya memulung dan pakaian bekas. Beliau melakukan hal yang sama selama hidupnya. Hingga beliau tak tahu kalau uang yang ia berikan kalau dirupiahkan mencapai lebih dari 600 juta rupiah. Subhanallah.. sungguh saya merasa tak ada apa-apanya dibandingkan beliau. Bagimana mungkin saya masih bisa menyia-nyiakan nasi sedangkan banyak orang diluarsana yang tak bisa makan. Sungguh malu sekali rasanya, bagimana bisa saya menyebut seorang diri orang yang baik. Ampun dah yun….
Nah.. bagaimanakah dengan sahabat? Apapun yang ada dalam benak kalian, saya yakin kalian semua juga berhati mulia, hanya tinggal tunjukkanlah itu dalam tindakan, bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk membagi kemuliaan mu pada orang lain hingga semuanya merasakan kebahagiaan dan kehangatan atas kehadiranmu. Remember, every body is special on his/her own way….

No comments:

Post a Comment